Sony Xperia V

Sony Xperia V baru saja masuk dalam jajaran pasukan Android.

Tips Mengatasi Rambut Rontok

Tips Mengatasi Rambut Rontok

5 Hal Romantis Tanpa Pasangan

Anda masih berstatus jomblo dan berpikir hal romantis dan berpikir hal romantis hanya bisa dilakukan bersama kekasih?

Download AIMP 3.00.976

Kalau Anda Penikmat Musik Silahkan Download

Anti Virus Avast

Gunakan Antivirus Avast sekarang...

Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

Galau

Tips Mengatasi Galau :

 
1.Berdoa
2.Berserah
3.Hadapa Masalah itu

Senin, 29 Oktober 2012

How To Be A Good Trainer

Penguasaan bahan tentu adalah keharusan bagi seorang trainer.Namu,ada juga beberapa hal lain yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah training yang dilakukan untuk kelompok (buka perorangan)

1.Materi Berisi Garis Besar
Peserta memang harus diberi materi,namun jangan sampai materi itu memuat semua yang Anda akan katakan.Berikan saja garis besarnya,dan sediakan ruang untuk peserta bisa mencatat hal-hal yang belum ditulis dalam materi.

2.Dukung Materi dengan Alat Pendukung
Kalau memungknkan,dukung penyampaian materi dengan slide show yang menarik.Ini berfungsi agar peserta tak cepat bosan dalam mengikuti training.Selain itu,slide show yang menarik juga akan mempertegas pesan yang Anda berikan dan membuat peserta lebih mudah mengingatnya.

3.Sampaikan Dengan Baik
Cara penyampaian materi setiap trainer memang berbeda-beda,namun apa pun caranya,pastikan Anda menyampaikan materi itu dengan tenang,jelas,runut dan tidak terlalu cepat,namun juga tidak terlalu lambat.

4.Gaya yang Bersahabat
Menyisipkan jokes (terutama yang berhubungan dengan apa yang hendak disampaikan),berinteraksi dengan peserta ,atau memakai ice breaker sebelum menyampaikan materi,akan bisa membuat suasana lebih hangat dan memperbaiki mood audiens.

5.Akrabi Peserta 
Satu hal yang perlu diingat adalah posisikan diri Anda jangan sebagai orang yang posisinya lebih tinggi.Namun,posisikan merek sebagai rekan yang sedang belajar bersama Anda.Cobalah untuk mengakrabi mereka dengan sikap yang ramah dan hangat.Menceritakan pengalaman Anda yang mungkin juga sedang dialami peserta (misal :pengalaman saat Anda masih menjadi karyawan) juga bisa mendekatkan jarak Anda.

6.Libatkan Audiens
Training yang baik adalah training yang sifatnya dua arah,bukan searah.Jaid,bukan hanya Anda yang aktif,namun audiens juga aktif.Untuk itu,libatkan audiens dalam training,entah dengan meminta mereka membantu memperagakan suatu kasus,misalnya,bertanya pada peserta atau salah satu peserta mengklarifikasi,meminta pendapat,menceritakan pengalaman,dan sebagainya.

Jumat, 26 Oktober 2012

Menentukkan Training yang Tepat Sasaran

Perlukah karyawan di training?Kalau perlu,training seperti apa yang harus diberikan ?pertanyaan-pertanyaan ini mungkin muncul di benak perusahaan.Nah,berikut beberapa hal yang bisa Anda teliti untuk menemukan training yang tepat.

1. Observasi
Dengan metode ini,performa karyawanlah yang menjadi sumber informasi utama.Anda melihat bagaimana karyawan bekerja.Cara bekerjanya bagaimana,apakah sudah efektif atau belum.Lalu bagaimana kualitas pekerjaannya,sudah memenuhi ekspektasi atau belum.Pekerjaan mana yang paling memebuatnya kesulitan.Motivasinya dalam bekerja,dsb.Mengobsrvasi berarti Anda melihat dan mendengar kemudian mengevaluasi apa yang lihat dan dengar itu.

2.Wawancara
Metode wawancara adalah metode penentuan diadakannya training yang paling baik,karena Anda langsung mendengar pendapat dari orang yang akan di training.Dengan demikian,Anda tahu benar aoa yang menjadi kebutuhan mereka.Selain itu,dengan wawancara ini Anda juga mendapat keutungan lain,seperti terjalinnya hubungan yang lebih dekat anatar Anda dan trainne;satu hal yang diperlukan dalam proses training.

3.Kuesioner
Kuesioner sebenarnya punya fungsi sama dengan wawancara,hanya karena sifatnya tertulis,maka bisa jadi karyawan akan bisa lebih terbuka (apalagi jika kuesioner tidak perlu diberi nama).Juga,jika perusahaan Anda memiliki karyawan banyak,metode ini lebih efektif daripada melakukan wawancara yang jelas akan memakan jauh lebih banyak waktu dan tenaga.

4.Melihat Job Desc
Melihat job desc karyawan adalah cara yang paling tepat untuk menentukan training seperti apa yang akan karyawan terima.Jika slah satu tugasnya adalah berkomunikasi dengan konsumen,misalnya,maka training etika menjawab telepon,email,serta komunikasi lain harus diberikan.

5.Rapat Evaluasi Kerja
Jika karyawan perusahaan masih relatif sedikit,maka rapat evaluasi kerja secara berkala bisa menjadi pilihan. Rapat ini berfungsi untuk menilai bagaimana jalannya pekerjaan yang dilakukan selama periode tertentu.Apa kesulitannya,apa hambatannya,masalah apa yang sering ditemui.Dari sini,nanti akan muncul gagasan-gagasan mengenai training seperti apa yang mereka butuhkan agar dapat bekerja dengan baik.


Catatan : Sering kali,pemberlakuan satu metode saja tidak cukup untuk menjawab pertanyaan di paragraf pembuka.Jadi,Anda harus mengombinasikan beberapa metode yang ada,tergantung dari kebutuhan dan keadaan perusahaan Anda.


Selasa, 23 Oktober 2012

Kapan Training Perlu Dilakukan !

1.Baru
Ini jelas,karyawan baru perlu mendapatkan training.Ia perlu dilatih,diupdate,dan disiram sebanyak mungkin informasi yang perlu ia tahu.Sehingga,ia mengenal perusahaan tempat ia bekerja dan apa-apa saja yang harus ia kerjakan atau bahkan hindari sehubungan dengan tugasnya.Bagaimana prosedur kerjanya,keselamatan kerja dan sebagainya.

2.Cara Kerja Tak Efektif
Cara kerja ya tidak efektif akan memengaruhi produktivitas,bahkan kualitas pekerjaannya.Memang ada bagian pekerjaan di mana karyawan bisa mengerjakan sesuai dengan caranya sendiri.Namun,saat Anda tahu ia tidak bekerja dengan efektif,berikan training soal bagaimana seharusnya sebuah pekerjaan dilakukan.Jangan hanya berharap ia mencari jalan sendiri.

3.Saat Terjadi Kebosanan
Kebosanan karena melakukan pekerjaan-pekerjaan yang itu saja,biasanya tampak dari penurunan kecepatan dan kualitas karyawan dalam bekerja.Saat inilah,training yang bersifat memberi motivasi dan masukkan (insight) perlu dilakukan.

4.Sistem/Lingkungan/Kebijakan Baru
Kebijakan atau aturan atau sistem atau teknologi baru akan membuat bahkan karyawan yang sudah senior pun menjadi seperti karyawan baru.Saat ini terjadi,tidak ada pilihan lain selain menyosialisasikannya lewat training atau pelatihan.

5.Saat Terlalu Sering Terjadi Kesalahan
Seringnya karyawan keluar dari perusahaan bisa jadi adalah sinyal perusahaan.Anda kurang nyaman.Ini tidak melulu tentang gaji atu fasilitas,tapi mungkin karena  mereka merasa dirinya tidak berkembang.Mereka merasa perusahaan tidak peduli dengan perkembangan mereka.Padahal,sebenarnya ini antara lain bisa dijawab dengan adanya training.Pernahkah Anda berpikir soal ini?

Claim Token

My Claim Token
short code WBGD8C229NWA

HotSpot Shield1.57

Download HotSpot Shield1.57
di sini  http://www.mediafire.com/?j3ptjni7852aw2b

Sistem Informasi Akuntansi